PRODUKSI MEDIA CETAK



MAKALAH
PRODUKSI MEDIA CETAK
KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN

OLEH
KELOMPOK V
1. SYAFRUDIN
2. ZULPIKRI
3. ZULKIPLI
4. SALMAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
IKIP MATARAM
2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan ke junjungan alam, Nabi Besar Muhammad SAW., sang penuntun jalan, yang setiap jejak kakinya membawa kita semakin dekat dengan surga Allah.
Dalam makalah ini kami menguraikan mengenai klasifikasi media pembelajaran berdasarkan pendapat para ahli, karakteristik media berdasarkan klasifikasinya, serta kelebihan dan kekurangan media dalam penerapannya dalam lingkup pembelajaran.
Kami sangat menyadari, segala bentuk kekurangan pasti akan ada dalam penyusunan makalah ini, oleh karena demikian dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan berbagai bentuk masukan, baik berupa saran ataupun kritikan dari para pembaca sehingga kelak kami dapat menyusun makalah dengan lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita sebagai penambah wawasan dan pemahaman kita.
Mataram, Mei 2011
KELOMPOK V

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 3
C. Tujuan Penulisan ................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN
KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
A. Kelompok Media Grafis, Bahan Cetak dan Gambar Diam ............... 4
B. Kelompok Media Proyeksi Diam ....................................................... 7
C. Kelompok Media Audio .................................................................. 11
D. Kelompok Media Audiovisual Diam ............................................... 12
E. Kelompok Media Film ..................................................................... 13
F. Kelompok Media Televisi ................................................................ 13
G. Kelompok Multimedia ..................................................................... 15
H. Media Objek .................................................................................... 16
I. Media Interaktif ............................................................................... 16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................... 19
B. Saran ................................................................................................ 19
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebulum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan mengajar.
Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa, tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Dalam kondisi seperti ini, guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Jadi, siswa atau pembelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar, berupa lingkungan. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad, 2002) adalah guru itu sendiri, siswa lain, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahan atau materi ajar (berupa buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenis), dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar).
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas, maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual, yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Criticos, 1996). Adakalanya proses penafsiran tersebut berhasil dan terkadang mengalami kegagalan. Kegagalan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya adanya hambatan psikologis (yang menyangkut minat, sikap, kepercayaan, inteligensi, dan pengetahuan), hambatan fisik berupa kelelahan, keterbatasan daya alat indera, dan kondisi kesehatan penerima pesan. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah hambatan kultural (berupa perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan), dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar (Sadiman, dkk., 1990).
Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran, proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif (Gagne, 1985) dan efisien.
Menurut Hamalik (1986) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa.
Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.

B. Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah dalam penulisan ini yaitu apa sajakah klasifikasi dan karakteristik media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, beserta keuntungan dan kerugiannya dalam menyampaikan pesan atau informasi.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini agar mahasiswa atau guru dapat mengetahui dan memahami serta mampu beriteraksi dengan media pembelajaran dan mampu menanggulangi kesenjangan-kesenjangan yang berkaitan dengan pengelolaan kelas serta proses transformasi ilmu pengetahuan dengan menggunakan media pembalajaran.

BAB II
PEMBAHASAN
KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat memisahkan dan mengklasifikasi media penyaji dalam lima kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak, media audio, media audio visual diam, dan media audio visual gerak. Kemudian dapat kita teliti media ini untuk membedakan proses yang dipakai untuk menyajikan pesan, bagaimana suara atau gambar itu kita terima, apakah melalui penglihatan langsung, proyeksi optik, proyeksi elektronik atau telekomunikasi
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji, yaitu (a) kelompok kesatu; grafis, bahan cetak, dan gambar diam, (b) kelompok kedua; media proyeksi diam, (c) kelompok ketiga; media audio, (d) kelompok keempat; media audio-visual diam, (e) kelompok kelima; media gambar hidup/film, (f) kelompok keenam; media televisi, dan (g) kelompok ketujuh; multimedia.
Perlu kita ingat bahwa masih ada media lain yang tidak termasuk media penyaji, yaitu media objek dan media interaktif. Kedua media ini akan dibicarakan secara khusus setelah selesai membahas masing-masing ketujuh kelompok media penyaji.
A. KELOMPOK MEDIA GRAFIS, BAHAN CETAK DAN
GAMBAR DIAM
1. MEDIA GRAFIS
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/ gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.

Yang termasuk media grafis antara lain :
1) Grafik, yaitu penyajian data berangka melalui perpaduan antara angka, garis, dan simbol.
2) Diagram, yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya disajikan melalui garis-garis simbol.
3) Bagan, yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting.
4) Sketsa, yaitu gambar yang sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar.
5) Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat.
6) Papan Flanel, yaitu papan yang berlapis kain flanel untuk menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempel dan mudah pula dilepas.
7) Bulletin Board, yaitu papan biasa tanpa dilapisi kain flanel. Gambar-gambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel lainnya.
Kelebihan Media Grafis :
1) Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
2) Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3) Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Grafis
1) Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2) Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

2. MEDIA BAHAN CETAK
Media bahan cetak adalah media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikannya pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah:
1) Buku Teks, yaitu buku tentang suatu bidang studi atau ilmu tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Penyusunan buku teks ini disesuaikan dengan urutan (sequence) dan ruang lingkup (scope) GBPP tiap bidang studi tertentu.
2) Modul, yaitu suatu paket program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna kepentingan belajar siswa. Satu paket modul biasanya memiliki komponen petunjuk guru, lembaran kegiatan siswa, lembaran kerja siswa, kunci lembaran kerja, lembaran tes, dan kunci lembaran tes.
3) Bahan Pengajaran Terprogram, yaitu paket program pengajaran individual, hampir sama dengan modul. Perbedaannya dengan modul, bahan pengajaran terprogram ini disusun dalam topik-topik kecil untuk setiap bingkai/halamannya. Satu bingkai biasanya berisi informasi yang merupakan bahan ajaran, pertanyaan, dan balikan/respons dari pertanyaan bingkai lain.
Kelebihan Media Bahan Cetak:
1) Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang banyak.
2) Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.
3) Dapat dipelajari kapan dan dimana saja karena mudah dibawa.
4) Akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan gambar dan warna.
5) Perbaikan/revisi mudah dilakukan.

Kelemahan Media Bahan Cetak:
1) Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
2) Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
3) Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
3. MEDIA GAMBAR DIAM
Media gambar diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media gambar ini adalah foto.
Kelebihan Media Gambar Diam:
1) Dibandingkan dengan grafis, media foto ini lebih konkret.
2) Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek yang sebenarnya.
3) Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Gambar Diam:
1) Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar.
2) Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan menimbulkan kesalahan persepsi.
B. KELOMPOK MEDIA PROYEKSI DIAM
Media proyeksi diam adalah media visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan.
Jenis media ini diantaranya : OHP/OHT, Opaque Projector, Slide, dan Filmstrip.
1. MEDIA OHP DAN OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP (Overhead Projector). OHT terbuat dari bahan transparan yang biasanya berukuran 8,5 X 11 inci. Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT, yaitu:
1) Write on film (plastik transparansi), yaitu jenis transparansi yang dapat ditulisi atau digambari secara langsung dengan menggunakan spidol.
2) PPC transparency film (PPC = Plain Paper Copier), yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin photocopy.
3) Infrared transparency film, yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin thermofax.
OHP (Overhead Projector) adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar. Biasanya alat ini digunakan untuk menggantikan papan tulis.
Ada dua jenis model OHP, yaitu :
1) OHP Classroom, yaitu OHP yang dirancang dan dibuat secara permanen untuk disimpan di suatu kelas atau ruangan. Biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan OHP jenis portable.
2) OHP Portable, yaitu OHP yang dirancang agar mudah dibawa kemana-mana, sehingga ukuran dan bobot beratnya lebih kecil.
Kelebihan Media OHT/OHP:
1) Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas.
2) Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik.
3) Tatap muka dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
4) Tidak memerlukan operator secara khusus dan tidak pula memerlukan penggelapan ruangan.
5) Dapat menyajikan pesan yang banyak dalam waktu yang relatif singkat.
6) Program OHT dapat digunakan berulang-ulang.
Kelemahan Media OHT/OHP:
1) Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiannya.
2) OHT dan OHP merupakan hal yang tak dapat dipisahkan, karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak bisa diproyeksikan melalui OHP.
3) Urutan OHT mudah kacau, karena merupakan urutan yang lepas.
2. MEDIA OPAQUE PROJEKTOR
Opaque Projector atau proyektor tak tembus pandang adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti buku, foto, dan model-model baik yang dua dimensi maupun yang tiga dimensi. Berbeda dengan OHP, opaque projector ini tak memerlukan transparansi, tapi memerlukan penggelapan ruangan. Opaque projector biasanya dapat pula digunakan untuk memproyeksikan film bingkai/slide akan tetapi tidak dilengkapi dengan tape recorder. Kelebihan dan kelemahan media opaque projector ini hampir mirip dengan kelemahan dan kelebihan media OHP dan media Slide. Oleh karena opaque projector dengan segala karakteristiknya dapat berfungsi sebagai OHP dan Slide Projector.
3. MEDIA SLIDE
Media slide atau film bingkai adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat yang disebut dengan proyektor slide. Slide atau film bingkai terbuat dari film positif yang kemudian diberi bingkai yang terbuat dari karton atau plastik. Film positif yang biasa digunakan untuk film slide adalah film positif yang ukurannya 35 mm dengan ukuran bingkai 2 x 2 inchi. Sebuah program slide biasanya terdiri atas beberapa bingkai yang banyaknya tergantung pada bahan/ materi yang akan disampaikan.

Kelebihan Media Slide:
1) Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara.
2) Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang kongkrit.
3) Program slide mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan, karena filmnya terpisah-pisah.
4) Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil.
Kelemahan Media Slide:
1) Memerlukan penggelapan ruangan untuk memproyeksikannya.
2) Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, jika program yang dibuatnya cukup panjang.
3) Memerlukan biaya yang boleh dikatakan besar.
4) Hanya dapat menyajikan gambar yang diam (geraknya terbatas walaupun dengan menggunakan lebih dari sebuah proyektor.
4. MEDIA FILM STRIP
Filmstrip atau film rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide. Hanya filmstrip ini terdiri atas beberapa film yang merupakan satu kesatuan (merupakan gelang, dimana antara ujung yang satu dengan ujung yang lainnya bersatu). Jumlah frame atau gambar dari suatu filmstrip ada yang berjumlah 50 buah dan ada pula yang berjumlah 75 buah dengan panjang 100 sampai dengan 130 cm.
Kelebihan filmstrip dibanding film slide adalah media filmstrip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga frame-frame filmstrip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan. Akan tetapi pengeditan dan perbaikan/ revisi filmstrip relatif agak sukar, karena harus dilakukan di laboratorium khusus.

C. KELOMPOK MEDIA AUDIO
Media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect.
Jenis media audio ini diantaranya :
1. MEDIA RADIO
Radio adalah media audio uang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar. Pemberi pesan (penyiar) secara langsung dapat mengkomunikasikan pesan atau informasi melalui suatu alat (microfon) yang kemudian diolah dan dipancarkan ke segenap penjuru melalui gelombang elektromagnetik dan Klasifikasi penerima pesan (pendengar) menerima pesan atau informasi tersebut dari pesawat radio di rumah-rumah atau para siswa mendengarkannya di kelas-kelas.
Kelebihan Media Radio:
1) Memiliki variasi program yang cukup banyak.
2) Sifatnya mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
3) Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa.
4) Dapat lebih memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pengajaran bahasa.
5) Jangkauannya sangat luas, sehingga dapat didengar oleh massa yang banyak.
6) Harganya relatif murah.
Kelemahan Media Radio:
1) Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication).
2) Jika siarannya monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
3) Program siarannya selintas, sehingga tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara individual.
2. MEDIA ALAT PEREKAM PITA MAGNETIK
Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio. Tidak seperti radio yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai alat pemancarannya.
Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik:
1) Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
2) Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali.
3) Mengembangkan daya imajinasi siswa.
4) Sangat efektif untuk pembelajaran bahasa.
5) Penggandaan programnya sangat mudah.
Kelemahan Media Alat Perekam Pita Magnetik:
1) Daya jangkauannya terbatas.
2) Biaya penggandaan alatnya relatif lebih mahal dibanding radio.
D. KELOMPOK MEDIA AUDIO VISUAL DIAM
Media audio visual diam adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera pengelihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak.
Jenis media ini antara lain media sound slide (slide suara), film strip bersuara, dan halaman bersuara. Kelebihan dan kelemahan media ini tidak jauh berbeda dengan media proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek suara pada media audiovisual diam.

E. KELOMPOK MEDIA FILM (MOTION PICTURES)
Film disebut juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang menyajikan pesan audiovisual dan gerak. Oleh karenanya, film memberikan kesan yang impresif bagi pemirsanya.
Ada beberapa jenis film, diantaranya film bisu, film bersuara, dan film gelang yang ujungnya saling bersambungan dan proyeksinya tak memerlukan penggelapan ruangan.
Kelebihan Media Film:
1) Memberikan pesan yang dapat diteima secara lebih merata oleh siswa.
2) Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.
3) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
4) Lebih realistis, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan.
5) Memebrikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
Kekurangan Media Film:
1) Harga produksinya cukup mahal.
2) Pembuatannya memerlukan banyak waktu dan tenaga.
3) Memerlukan operator khusus untuk mengoperasikannya.
4) Memerlukan penggelapan ruangan.
F. KELOMPOK MEDIA TELEVISI
Televisi adalah media yang dapat menempilkan pesan secara audiovisual dan gerak (sama dengan film). Jenis media televisi diantaranya: televisi terbuka (open boardcast television), televisi siaran terbatas/TVST (Cole Circuit Television/CCTV), dan video-cassette recorder (VCR).

1. MEDIA TELEVISI TERBUKA
Media televisi terbuka adalah media audio-visual gerak yang penyampaian pesannya melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari satu stasiun, kemudian pesan tadi diterima oleh pemirsa melalui pesawat televisi.
Kelebihan Media Televisi Terbuka:
1) Informasi/pesan yang disajikannya lebih aktual.
2) Jangkauan penyebarannya sangat luas.
3) Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa.
4) Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.
5) Mengatasi keterbatasan ruangdn waktu.
6) Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
Kelemahan Media Televisi Terbuka:
1) Programnya tidak dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan.
2) Sifat komunikasinya hanya satu arah.
3) Gambarnya relatif kecil.
4) Kadangkala terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik.
2. MEDIA TELEVISI SIARAN TERBATAS (TVST)
TVST atau CCTV adalah media audiovisual gerak yang penyampaian pesannya didistribusikan melalui kabel (bukan TV kabel). Dengan perkataan lain, kamera televisi mengambil suatu objek di studio, misalnya guru yang sedang mengajar, kemudian hasil pengambilan tadi didistribusikan melalui kabel-kabel ke pesawat televisi yang ada di ruangan-ruangan kelas. Kelebihan televisi siaran terbatas ini dibandingkan dengan televisi terbuka diantaranya adalah komunikasi dapat dilakukan secara dua arah (hubungan antara studio dan kelas dilakukan melalui intercom), kebutuhan siswa dapat lebih diperhatikan dan terkontrol. Sedangkan kelemahannya adalah jangkauannya relatif terbatas.
3. MEDIA VIDEO CASSETTE RECORDER (VCR)
Berbeda dengan media film, media VCR perekamannya dilakukan dengan menggunakan kaset video, dan penayangannya melalui pesawat televisi; sedangkan media film, perekaman gambarnya menggunakan film selluloid yang positif dan gambarnya diproyeksikan melalui proyeksi ke layar. Secara umum, kelebihan media VCR sama dengan kelebihan yang dimiliki oleh media televisi terbuka. Selain itu, media VCR ini memiliki kelebihan lainnya yaitu programnya dapat diulang-ulang. Akan tetapi kelemahannya adalah jangkauannya terbatas.
G. KELOMPOK MULTI MEDIA
Pengertian multi media sering dikacaukan dengan pengertian multi image. Multi media merupakan suatu sistem penyempaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio, dan bahan audiovisual. Sedangkan multi image merupakan gabungan dari beberapa jenis proyeksi visual yang digabungkan lagi dengan komponen audio yang kuat, sehingga dapat diselenggarakan pertunjukan besar yang cocok untuk penyajian di suatu auditorium yang luas.
Kelebihan Multi Media:
1) Siswa memiliki pengalaman yang beragam dari segala media.
2) Dapat menghilngkan kebosanan siswa karena media yang digunakan lebih bervariasi.
3) Sangat baik untuk kegiatan belajar mandiri.
Kelemahan Multi Media:
1) Biayanya cukup mahal.
2) Memerlukan perencanaan yang matang dan tenaga yang profesional.

H. MEDIA OBJEK
Media objek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya sendiri, seperti ukurannya, bentuknya, beratnya, susunannya, warnanya, fungsinya, dan sebagainya.
Media objek ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu media objek sebenarnya dan media objek pengganti. Media objek sebenarnya dibagi dua jenis, yaitu media objek alami dan media objek buatan. Media objek alami dapat dibagi ke dalam dua jenis yaitu objek alami yang hidup dan objek alami yang tidak hidup. Sebagai contoh objek alami yang hidup adalah ikan, burung elang, singa, dan sebagainya. Sedangkan objek alami yang tidak hidup adalah batu-batuan, kayu, air, dan sebagainya. Objek buatan, yaitu buatan manusia, contohnya gedung, mainan, jaringan transportasi dan sebagainya. Media objek kelompok ke dua terdiri atas benda-benda tiruan yang dibuat untuk mengganti benda-benda yang sebenarnya. Objek-objek pengganti dikenal dengan sebutan replika, model, dan benda tiruan. Replika dapat didefinisikan sebagai reproduksi statis dari suatu objek dengan ukuran yang sama dengan benda yang sebenarnya. Model merupakan sebuah reproduksi yang kelihatannya sama, tapi biasanya diperkecil atau diperbesar dalam skala tertentu. Benda tiruan ada dua macam, yaitu pertama merupakan bangunan yang dibuat kurang lebih menyerupai suatu benda yang besar, misalnya bagian dari sebuah kapal terbang (sayap). Bentuk benda tiruan yang kedua ialah bentuk yang menggambarkan mekanisasi kerja suatu benda, misalnya sistem pembakaran automobil.
I. MEDIA INTERAKTIF
Karakteristik terpenting kelompok media ini adalah bahwa siswa tidak hanya memperhatikan media atau objek saja, melainkan juga dituntut untuk berinteraksi selama mengikuti pembelajaran. Sedikitnya ada tiga macam interaksi. Interaksi yang pertama ialah yang menunjukkan siswa berinteraksi dengan sebuah program, misalnya siswa diminta mengisi blanko pada bahan belajar terprogram. Bentuk interaksi yang kedua ialah siswa berinteraksi dengan mesin, misalnya mesin pembelajaran, simulator, laboratorium bahasa, komputer, atau kombinasi diantaranya yang berbentuk video interaktif. Bentuk interaksi ketiga ialah mengatur interaksi antara siswa secara teratur tapi tidak terprogram; sebagai contoh dapat dilihat pada berbagai permainan pendidikan atau simulasi yang melibatkan siswa dalam kegiatan atau masalah, yang mengharuskan mereka untuk membalas serangan lawan atau kerjasama dengan teman seregu dalam memecahkan masalah. Dalam hal ini siswa harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang timbul karena tidak ada batasan yang kaku mengenai jawaban yang benar. Jadi permainan pendidikan dan simulasi yang berorientasikan pada masalah memiliki potensi untuk memberikan pengalaman belajar yang merangsang minat dan realistis. Oleh karena itu, guru menganggapnya sebagai sumber terbaik dalam urusan media komunikasi.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji, yaitu
(a) Kelompok kesatu; grafis yaitu media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbul/gambar, seperti grafik, diagram, bagan, sketsa, poster, papan flanel, bulletin board, dan lain sebagainya; kemudian media bahan cetak merupakan media visual yang menyajikan pesannya melalui huruf dan gambar-gambar ilustrasi untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang diuraikn, seperti buku teks, modul, bahan pengajaran terprogram, dan lain sebagainya; dan media gambar diam, atau media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi, atau penggambaran;
(b) Kelompok kedua; media proyeksi diam, yaitu media visual yang diprouyeksikan, seperti OHT dan OHP, media slide, dan lain sebagainya;
(c) Kelompok ketiga; media audio, merupakan media yang menyampaikan pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran, atau dituangkan ke dalam lamang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect, seperti media radio, alat perekam pita magnetik, dan sebagainya;
(d) Kelompok keempat; media audio-visual diam, merupakan media yang penyampaian pesannya dapt diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkan adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak, seperti media sound slide, film strip bersuara, dan lain-lain;
(e) Kelompok kelima; media gambar hidup/film, yaitu serangkaian gambar diam yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak;
(f) Kelompok keenam; media televisi, yaitu media yang menampilkan pesan secara audio visual dan bergerak, yang terdiri dari media televisi terbuka (open board cast television), media televisi siaran terbatas (cole circuit televition) dan video-cassette recorder; dan
(g) Kelompok ketujuh; multimedia, yaitu media yang menyampaikan informasi dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket, seperti suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio, dan bahan audiovisual.
Di samping ketujuh pengelompokan di atas, dua media yang lainnya yaitu media objek, adalah media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya sendiri, seperti ukurannya, bentuknya, beratnya, susunannya, dan sebagainya; dan media interaktif.
B. SARAN
Karakteristik media yang harus dijadikan prioritas dalam penyajian informasi/penyampaian materi pembelajaran, sebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Dia mengatakan “The question of what media attributes are necessary for a given learning for situation becomes the basis for media selection”. Jadi klasifikasi media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Harjanto.1997. Perencanaa Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nanna Sudjana dan Ahmad Rivai. 2007. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arsad Azhar. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Fred Percival dan Henry Ellington. 1998. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga.








Comments

Popular posts from this blog

Wisata mendadak

Begitu sulitkah mencari "NAFKAH"?

LOGO-LOGO