Posts

Showing posts from April, 2014

Calon Pemimpin Masa Depan

Image
Ketika melihat sosok kecil berseragam putih-putih ini, terbersik asa, kelak merekalah yang harus menjadi pemimpin. Kebagaan bagi kita sebagai guru adalah melihat anak didikan kita meraih cita-cita dan menjadi sosok yang berguna di masa depan. Mereka boleh menyandarkan harapan kepada kita sebagai guru, tapi sesungguhnya kitalah yang jauh lebih menaruh harapan kepada mereka. Sosok kecil dan lugu ini yang siap dibentuk menjadi manusia yang mengokohkan bangsa, manusia-manusia yang kelak menjadi benteng ekonomi bangsa, manusia-manusia yang kelak menggaungkan kewibawaan bangsa. 

Bacalah Aku

Aku hanya dijadikan hiasan Aku tersimpan bertahun-tahun Usang... Lapuk... Dan penuh dengan debu Itu wujudku sekarang Untuk apa diriku ada? Kenapa kau mengabaikanku? Andai aku dapat berbicara Aku akan berkata, bacalah aku Juliani April 2014

Wisata mendadak

Image
Numpang exsist ya buk guyuuu??? Refresing memang sangat penting. Apalagi kita yang setiap hari melakukan aktivitas yang monoton. Setiap hari keluar masuk kelas, ceramah, mengajar, bimbing siswa yang bandel dan bosan dengan keadaan dan suasana belajar seperti itu-itu aja. Ini mungkin satu kesempatan emas bagi siswa siswi beserta guru-guru untuk menyejukkan bathin.  Wisata dadakan di Dam Desa Kowo rasanya jadi pilihan tepat untuk kegiatan yang tidak direncanakan ini. Itung-itung refresing sambil eksplor tempat wisata alternatif yang ada di lingkungan sendiri boleh donk, lebih efektif dan efisien. Jalan kaki, 'gak perlu bekal banyak, sambil ngejaring Mujair, rasanya cukup asyik lah apalagi ditambah acara berenang bersama.... hehe  Beberapa action yang sempat dijepret juga nieh.... Hayooo, awas kecebur Yang lagi narsis 'Gak bening sehhh, tapi cukuplah buat basah-basahan hehe

LOGO-LOGO

Image
Logo Tut Wuri Handayani Logo SMK Raudhatul Ulum Bima Logo Departemen Agama Logo YPS Raudhatul Ulum Bima Logo MTs Raudhatul Ulum Logo MA Raudhatul Ulum

Begitu sulitkah mencari "NAFKAH"?

Image
Melawan kodrat demi nafkah Sempat bingung memikirkan kehidupan. Tapi sering kali orang-orang bijak menasehati, " hidup bukan untuk dipikirkan tapi dijalani ".  Iya juga sih, tapi apa yang bisa kita lakukan tanpa harus berpikir? Setidaknya kita merasa waras jika melakukan sesuatu dengan sadar ( hehe ), meskipun memang banyak hal yang kita lakukan di luar kesengajaan... tapi, ah sudahlah, membingungkan juga. Konteksnya begitu sulitkah mencari nafkah ? Beberapa waktu lalu saya sempat menjepret seekor kambing sedang berada di atas sebuah pohon untuk meraih dedaunan. Saya sih memandang ini sebagai peristiwa fenomenal meskipun hal itu dianggap biasa oleh orang lain.  Kodrat kambing yang mungkin rasanya sangat tidak bisa dipercaya mampu memanjat sebuah pohon, tapi sebuah realita yang berhasil didokumentasikan ini justru mengamini bahwa keterbadatasan tidak selamanya berbanding lurus dengan kemampuan. Mungkin ini salah satu tanda yang pantas mengilustrasikan bahwa begitu su...

LANGKAH YANG TERSENDAT

" Orang lain bisa, kenapa kita tidak bisa? " , itu merupakan stetement motivatif yang sangat kokoh saya pengang. Tapi ternyata menjadi kata "bisa" memiliki banyak kriteria. Khusus kami sebagai pendidik yang masih pemula, ketidaksabaran dan rasa ingin begitu cepat menggenggam keberhasilan malah menjadi bumerang. Saya pernah begitu bersemangat ingin segera merekonstruksi budaya peserta didik di lingkungan Madrasah tempat saya mendidik, tapi nyatanya memang ketidaksabaran akan hasil yang signifikan malah melorotkan perjuangan keras... " hmmm, jiwa muda penuh ambisi seakan bisa memutar dunia hanya dengan satu telapak tangan " .

TAK harus BOSAN

Image
Aktivitas monoton dengan keadaan yang serba terbatas pastinya akan melunturkan semangat bahkan harapan untuk maju. Terkadang hal itu menjadi tanda penting bagi kami dalam melewati hari sebagai pendidik di lingkungan terpencil ini. Kami paham dan sadar bahwa kami hanya pendidik honorer sukarela yang sering dihinggapi rasa bosan. Kamipun tidak naif mengakui rasa itu seringkali kami nikmati karena penat begitu membelenggu raga. Tapi harapan kami sebagai pendidik pemula yang ibaratnya remaja pencari jati diri, kami begitu semangat untuk membuktikan diri bahwa kami mampu melakukan perubahan besar pada lingkungan yang kami pijak meskipun hanya bermodal wawasan dan kompetensi yang begitu terbatas, tapi kami akan belajar dan selalu belajar dari pengalaman. Mimpi kami, lingkungan terpencil yang begitu sulit kami jangkau ini harus menjadi sumber bagi manusia-manusia penentu peradaban bangsa ke depannya. Harapan ini akan selalu menjadi mimpi bagi kami sebelum semuanya ter...